oleh

Geram KSB Nilai Ada Kesalahan Cara Pandang Pemerintah Daerah Soal CSR PT AMNT

Sumbawa Barat, KMCNews – Persoalan  tanggung jawab social perusahaan atau CSR PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) khususnya, masih menjadi perbincangan hangat publik Sumbawa Barat, berbagai komponen masyarakat KSB kembali angkat suara.

Gerakan Muda Sumbawa Barat (Geram KSB), melalui Ketuanya Firman Jawaz  ikut memberikan pandangan terkait CSR PT AMNT tersebut, menanggapi masalah ini, Firman secara khusus lebih menyoroti lemahnya fungsi Pemerintah Daerah baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dalam  melakukan tugasnya, menjamin potensi  CSR perusahaan yang ada di KSB berpihak pada masalah kekinian yang ada di KSB.

Seperti diberitakan media sebelumnya, pernyataan Abidin Nasar SP.MP Wakil Ketua DPRD KSB, misalnya, yang menyatakan  belum bisa menilai konstribusi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) terkait dengan pengalokasian dana CSR PT AMNT selama tahun 2021, karena masih ada 11 bulan untuk membuktikan komitmennya.

Terkait itu, menurut Firman ada kesalahan cara pandang terhadap kondisi dan situasi kekinian yang sangat lamban dan keliru dari  Pemerintah Daerah, baik DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat saat ini.

Baca Juga : AMNT Akan Bangun Pariwisata Kedepan, Lebih Utamakan Kwalitas Daripada Kwantitas

Firman mengatakan, mereka (Pemda-red) menganggap bahwa kondisi dan situasi saat ini bisa disikapi secara normal dan biasa biasa saja. Bahkan masyarakat diminta tenang dan dapat memaklumi ketidak pastian ini dengan sabar.

“ Kalau nunggu setahun baru bisa dinilai realisasi dari CSR Amnt, ya rakyatnya sudah mati duluan”.tandas Firman dalam siaran pers yang diterima JMSNews media group KMC, Jum’at (29/1/2021).

Firman mengatakan demikian karena dari awal segenap komponen KSB mengetahui bersama bahwa multi efek dari pandemi covid-19 sejak setahun terakhir ini bukan saja memberikan ancaman kepada holistik, tetapi juga terhadap ancaman resesi ekonomi sejak adanya penerapan kebiasaan sosial baru.

Baca Juga :  Bersama TNI dan Polisi, Kades Benete Bersihkan Puing Batu Akibat Longsor

Itulah sebabnya, DPRD & Pemkab Sumbawa Barat diingatkan Firman, seharusnya memiliki perasaan yang sama dalam menghadapi kondisi krisis seperti ini. Dalam situasi urgent ditegaskan Firman,  tentu mereka harus bertindak cepat, responsif dan  tidak biasa biasa saja, dan salah satu langkah paling kongkrit yang bisa diambil saat ini adalah dengan memastikan CSR PT AMNT segera direalisasikan kepada masyarakat dan tepat sasaran. Karena yang dibutuhkan oleh rakyat saat ini adalah kepastian, Bukan ngomongnya saja yang banyak actionnya gak ada.

“ Iya, kita sepakat untuk bersama sama memutus rantai penularan covid 19, tapi masyarakat juga tidak mau mati kelaparan karena semakin melemahnya putaran ekonomi. Karena menurut saya, justru sulitnya ekonomi akan mendatangkan konflik sosial dan persoalan persoalan lainnya,”ujar Firman.

“ Nah jalan tengah inilah yang perlu dirumuskan oleh semua pihak untuk segera duduk bersama. Baik itu pihak Pemerintah, DPRD, AMNT beserta element masyarakat lainnya dalam melahirkan kesepakatan dan solusi bagi kebaikan semua orang,”tambahnya lagi.

Kedepan Firman berharap, fungsi dari DPRD dan Pemkab Sumbawa Barat itu lebih dimaksimalkan, terutama dalam upaya mendeteksi sekaligus memitigasi ancaman apa yang akan terjadi kedepan.

Seperti diketahui, Geram KSB dalam beberapa kali aksi di tambang Batu Hijau juga turut andil turun menyuarakan persoalan terkait CSR PT AMNT dan berbagai persoalan menyangkut tenaga kerja.(K1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *