oleh

Malik Salim : CSR PT AMNT Perlu Dibuka, Jangan Seperti Anak-anak Main Petak Umpet Terus

Maluk, JMSNews – Tanggung jawab sosial (CSR) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) sebaiknya dibuka saja ke tengah publik secara terang benderang, ini penting sebagai upaya mengurangi tuntutan.

Hal ini disampaikan Malik Salim tokoh Sumbawa Barat yang nota bene memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan tambang di Sumbawa Barat, kembali  menanggapi terkait  ramainya perbincangan seputar masalah ini.

Mantan Senior Manager Eksternal Relation PT Newmont Nusa Tenggara itu mengatakan, masyarakat sebenarnya ingin keterbukaan, bagi perusahaan kalau mau terbuka buka saja RKAB (Rencana Kerja Anggaran Biaya) sehingga masyarakat tahu apa program CSR, tetapi kalau di tutupi jelas akan bermasalah terus karena sepert nya anak anak main petak umpet.

“ Saya ingin menyampaikan kepada Pemerintah, meskipun aturan tentang tambang ini sudah menjadi wewenang Pusat tetapi makala masyakatak kita resah atau merasa dirugikan , saya pikir Pemerintah dan wakil rakyat  harus berada di depan, jangan biarkan masyarakat berhadapat dengan bukan musuhnya,” tandas Malik Salim, saat diskusi tentang persoalan tambang dengan KMC Media Group.

Bukan hanya dirinya, menurut Malik Salim,  banyak juga yang bertanya tanya berapa besar  dana CSR, sampai hari ini iapun mengaku tidak tahu karena itu kebijakan masing masing Perusahaan, di dalam Peraturan Pemerintah juga tidak di sebut meskipun tahun  2016 DPR ingin membahasnya karena ada yang bilang sebaiknya 2,5% dari keuntungan bersih tetapi setahunya Perda Kaltim misalnya jika tidak salah  sebesar 3%.

Adapun mengenai konstribusi dengan nilai Rp. 5 Milyar PT AMNT terhadap Pemerintah KSB selama ini yang terekspose , menurut Malik Salim itu bukanlah CSR tetapi donasi.

Baca Juga : Malik Salim Angkat Suara, Beri Tanggapan Terkait Konstribusi PT AMNT

Baca Juga :  Sukseskan Program STBM 100 Hari Bupati KSB, Pemdes Pasir Putih Gelar Gotong Royong

“ Kenapa saya bilang donasi karena  dalam UU dan juga dalam  Peraturan Pemerintah RI, nomor 47 tahun 2012 tentang tanggung jawab social dan lingkungan perseroran terbatas tidak disebutkan bahwa Pemda adalah subject dari Pemderdayaan,” katanya.

Berbicara tentang CSR, Malik Salim mengingatkan, sebelum perusahaan berbicara tentang  CSR atau pembedayaan mereka harus tahu dahulu filosofi atau dasar kenapa Perusahaan Tambang atau perusahaan yang melakukan extraksi sumber daya alam di wajibkan melakukan Tanggung jawab social.

“Tanggung Jawab social Ini diatur oleh UU jadi jangan dinilai ini hanya semacam tuntutan yang tidak berdasar,” imbuh Malik Salim.

Baca Juga : Amman Mineral Bicara Soal Konstribusi dan Beberapa Rencana Kedepan

Ditegaskannya lagi, perusahaan tambang diwajibkan melakukan pemberdayaan karena lokasi  tambang itu selalu berada berdekatan dengan desa desa yang terpencil dan ketinggalan pembangunannya dan bahkan jauh dari pusat kota, di sinilah Pemerintah menurutnya, menekankan bahwa perusahaan harus berbuat sebagai bentuk tanggung jawab sosial agar Perusahaan dan masyarakat dapat hidup berdampingan dengan aman.

“Masyakatat dekat tambang tidak pernah meminta perusahaan untuk datang ke lingkungannya tetapi manakala perusahaan sudah datang maka perussahan harus berbuat karena kalau tidak perusahaan pasti akan di tuntut dengan cara mereka , ini lah yg nama “social license to operate”,” tambah Malik Salim.

Terkait rencana pengembangan sektor Pariwisata yang disampaikan Managemen PT AMNT sejauh ini, Malik Salim berpandangan itu sah sah saja, tetapi menurutnya perlu dilihat kembali filosofi tadi bahwa dampak dampak yang akan timbul karena ada pertambangan itu ada kajiannya yaitu AMDAL, di dalam Amdal itu menurut Malik Salim, jelas sekali dibeberkan dampaknya teemasuk  apa saja yang harus dilakukan, misalnya salah satunya kenapa  membangun bendungan irrigasi, ini supaya masyarakat  bisa mendapatkan jaminan panen1,5 atau 2 kali dan ini merubah dari sawah tada hujan yang cuma sekali.

Baca Juga :  Lembaga Rum Inovasi Teknik Siap Ciptakan Daya Skill Profesional

“  Ini dasarnya dari AMDAL sehingga masyarakat petani yang tidak bisa di pekerjakan mereka bisa mendapatkan penghasilan lebih dari dampak tidak langsung ini karena adanya  jaminan masa panen tadi dari air bendungan dan irigasi,” tambahnya.

Dibagian akhir Malik Salim kembali mengingatkan, Amdal juga menyebutkan dengan jelas bahwa Kecamatan yang berdampak itu adalah Kecamatan Jereweh, tidak ada Kecamatan lain meskipun sekarang kita harus akui karena terjadi pemerataan lalu ada Kecamatan Maluk dan Sekongkang tetapi waktu kajian AMDAL cuma satu Kecamatan yaitu Kecamatan Jereweh yang luasnya  sampai Tongo.

Sebelumnya, Head & Coorporate Communication PT AMNT, Kartika Oktaviana dalam diskusi daring dengan KMC Media group, Rabu (27/1/2021) mengatakan,  PT AMNT senantiasa mendengarkan aspirasi masyarakat sekitar wilayah operasional lingkar tambang.

Baca Juga : AMNT Akan Bangun Pariwisata Kedepan, Lebih Utamakan Kwalitas Daripada Kwantitas

Dikatakan Vina sapaan akrab mantan presenter senior Metro TV itu, berbagai strategi pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (PPM) yang dilakukan tentunya dirancang sesuai dengan sejumlah UU dan peraturan pemerintah lainnya. Program-program disesuaikan dengan tantangan saat ini yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“ Fokus PPM kami mulai dari tahun lalu dan ke depan adalah untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan (sustainable) melalui pariwisata berkelanjutan,”terangnya.

Sementara untuk mencapai tujuan ini, PT AMNT dikatakan Vina mulai menjalankan program-program peningkatan potensi sumber daya manusia (SDM) lokal yang dapat menunjang industri pariwisata dan turunannya.

PT AMNT ditegaskannya, juga melakukan pendampingan kewirausahaan inklusif (mengikutsertakan berbagai kelompok masyarakat-red), termasuk bagi pemuda dan perempuan yang memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan.

“Hal-hal ini akan terus dikembangkan bersama dengan Pemerintah KSB, NTB, serta pemimpin masyarakat.,”jelasnya.

Baca Juga :  Pemdes Mantun Kembali Salurkan BLT DD 3 Bulan

Menyinggung terkait dengan program jangka pendek, Vina menambahkan terdapat beberapa hal yang juga telah dilakukan untuk menjawab kondisi yang penuh tantangan saat ini, seperti, bantuan alat medis dan kebutuhan dasar untuk penanganan COVID-19, normalisasi sungai Maluk untuk mengurangi risiko banjir, berbagai program beasiswa pelatihan keterampilan mekanik alat berat dan coding, penguatan jalan Tatar – Talonang di Sekongkang, gotong royong untuk membersihkan Pantai Maluk.

“Besar harapan kami agar masyarakat juga turut berperan aktif, menyambut program-program pengembangan ini dengan semangat dan optimisme. Karena segala upaya yang kita lakukan bersama ini akan memberikan dampak positif bagi KSB,” demikian ungkap Kartika Oktaviana.(K1)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *